Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kasak Kusuk Masa Depan Pendamping Desa

Selasa, Januari 28, 2025 | Januari 28, 2025 WIB Last Updated 2025-01-28T14:46:35Z

 


Meski Surat Keputusan (SK) perpanjangan kontrak Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Pendamping Desa telah keluar. Namun, kasak kusuk soal pergantian secara besar-besaran terus menyeruak dari mulut ke mulut antar TPP. Kasak kusuk ini berkembang setelah Presiden Prabowo secara resmi menetapkan politisi PAN Yandri sebagai Menteri Desa dan politisi Gerindra Riza Patria sebagai Wamen.


Berbagai selentingan perihal masa depan TPP membuat semua pendamping merasa khawatir, bila sewaktu waktu muncul SK baru dan namanya hilang. Kekhawatiran ini disebabkan isu evaluasi dan perekrutan akan kembali dilakukan Kemendes dibawah komando Yandri dengan berbagai alasan yang menyertainya. Apalagi, sejak isu tersebut berkembang, berbagai postingan perekrutan TPP kerap muncul di medsos, hal tersebut kian membuat pendamping tidak tenang.

Alasan yang paling logis menurut informasi di Warung Kopi, kenapa Kemendes bakal melakukan perekrutan ulang sebab ingin mengganti TPP dengan kader PAN maupun Gerindra. Bahkan, kasak kusuknya, politisi Gerindra yang sekarang terpilih sebagai legislator DPR RI sudah menyiapkan 2 orang di tiap kecamatan untuk dijadikan pendamping. Bila hal tersebut benar, kemungkinan besar orang-orang tersebut adalah pendukungnya yang telah menyukseskannya mencari suara.

Sebagai timbal baliknya, diberikanlah posisi TPP. Berbeda dengan PAN, kabarnya partai ini ingin kembali memiliki kursi DPR RI untuk Dapil Jember - Lumajang, oleh sebab itu, mereka juga menyiapkan orang untuk menjadi TPP. Apakah kabar tersebut benar ? Masih perlu dikroscek kembali informasinya sebab semua masih berdasarkan katanya dan asumsi asumsi yang tidak kredibel sumbernya.

Apabila berbagai kasak kusuk tersebut benar, sudah seharunya TPP menyiapkan berbagai planing apabila tidak lagi dikontrak oleh Kemendes. Mencari lowongan pekerjaan lain atau berwirausaha sebagai langkah antisipasi bila sewaktu waktu terjadi tsunami politik, hal tersebut opsi yang bisa dipilih agar ke depan jalannya hidup tidak terhenti karena frustasi diberhentikan sepihak oleh Kemendes. Atau bila ingin melawan, bisa dengan melakukan demonstrasi besar-besaran ke Kemendes dengan cara mengkonsolidir TPP yang diberhentikan.

Berbagai opsi harus dipersiapkan secara matang supaya tidak kalut bila waktunya  tiba secara mendadak. Harus selalu siap apapun konsekuensinga setelah mempertimbangkan untuk mengambil salah satu opsi yang dipersiapkan. Walau bagaimanapun, kasak kusuk tidak datang begitu saja, pasti ada penyebabnya, sehingga secara hipotesa, peluang untuk menjadi kenyataan ada sekian persen.

Bagaimana menurut anda?

Penulis: Robith Fahmi
Penikmat kopi
×
Berita Terbaru Update